#NOSTRAWMOVEMENT, SALAH SATU CARA MENJAGA BUMI ALA MILLENNIALS


Beberapa bulan yang lalu tepatnya tanggal 12 November 2018, salah satu restoran siap saji terkenal yaitu McDonal’s sudah tidak menyediakan sedotan plastik untuk pelanggannya. Dengan menggunakan tagar #MulaiTanpaSedotan, McDonal’s tidak lagi menyediakan dispenser sedotan secara serentak di 189 gerai McDonal’s di seluruh Indonesia. Namun penggunaan diet sedotan plastik ini masih digunakan di beberapa minuman. Saya merasa bahwa ini merupakan langkah yang tepat karena McDonal’s merupakan restoran cepat saji yang pelanggannya di dominasi oleh kalangan muda mudi yang sering menghabiskan waktunya disana. Saya dulu juga sering mengerjakan tugas disana (kalau tanggal muda 😋) sambil  numpang wifi padahal cuma beli kentang goreng dan ice cream hehehe..😁

Kampanye #MulaiTanpaSedotan dari McD

Meskipun McDonal’s belum sepenuhnya menerapkan kebijakan ini dalam arti masih berlaku pada minuman tertentu dan pelanggan masih bisa mengambil sedotan jika memang diperlukan namun langkah positif ini perlu diapresiasi. Dengan langkah kecil ini McDonal's berusaha mengajak masyarakat untuk memulai diet plastik dengan tidak menggunakan sedotan plastik. Menurut data dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti,  Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Belum lagi beberapa saat lalu Indonesia juga dihebohkan dengan ditemukannya bangkai paus di Kepulauan Wakatobi yang mana paus tersebut sudah mati dengan perut berisi 5,9 kilogram sampah plastik. Sungguh ironis 😞
Sampah Plastik di Indonesia

Nah bagi kalian yang masih belum terbiasa tidak memakai sedotan karena mungkin giginya suka ngilu atau apa kalian bisa mencoba ganti sedotan plastik menggunakan sedotan ramah lingkungan. Sedotan ramah lingkungan ini bisa dipakai berkali-kali jadi bisa mengurangi sampah sedotan plastik. Kalau menurut saya, pakai sedotan ramah lingkungan itu berasa keren gitu 😁 karena bentuknya unik daripada sedotan plastik biasa, bisa dibawa kemana-mana dan yang pasti lebih higienis karena kita kan nggatau sedotan plastik itu bersih atau bekas pakai orang hiiii 😩 Saya sudah punya sedotan ramah lingkungan ini sejak akhir tahun 2018 kemarin, yah dibilang masih baru juga kok. Berawal dari saudara saya yang iseng membeli beberapa sedotan berbahan stainless di online shop lalu dia tawarkan kepada temen-temannya di instagram, dan ternyata responnya sangaat positif sekali Alhamdulillah. Dari situlah saudara saya membuka sistem pre-order untuk memesan sedotan stainless. Karena respon msyarakat ternyata sangat positif, akhirnya saudara saya memutuskan untuk membuat bisnis online stainless straw ini melalui instagram dan  saat ini sudah tidak lagi menggunakan sistem pre-order karena selalu ready stock di rumah.  Kalian bisa mampir ke akun instagram @stainlessstrawmlg kalau mau lihat produknya. Hehehe jadi promosii ✌ Tapi sekarang sudah banyak kok yang jual sedotan ramah lingkungan sehingga mudah dicari, harganya pun tidak mahal untuk ukuran sedotan yang bisa dipakai untuk berkali-kali. Ada banyak macam bahan sedotan ramah lingkungan, selain terbuat dari stainless tadi, ada juga sedotan berbahan bambu, kaca dan karet. 
Sedotan Berbahan Kaca

So, buat kalian yuk biasakan diri kalian dari hal kecil seperti mengganti sedotan plastik dengan menggunakan sedotan ramah lingkungan. Kalau ada yang bilang, percuma pakai sedotan ramah lingkungan kalau gelasnya masih plastik sok-sokan gaul, gosah diambil ati guuuuyss. Perubahan itu dimulai dari hal kecil dulu lalu dilanjutkan dengan kebiasan lainnya seperti membawa totebag, membawa tumbler sendiri, atau kebiasaan positif lainnya yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi kita. Kalian nggamau kan Indonesia jadi penyumbang sampah No. 1 terbesar di dunia? Karena itu bukan suatu prestasi yang membanggakan tapi memprihatinkan. 

Semoga tulisan ini bermanfaat ya untuk kalian.
Because sharing is caring. Cao ^^


2 komentar:

  1. Biar gak pake tempat minum atau gelas plastik bawa tumbler aja hehe
    Coba hitung, sehari pakai berapa sedotan untuk satu orang? di kali aja jumlah penduduk, pasti banyak banget ya kan? perubahan kecil kalo dilakuin bareng-bareng pasti jadi besar :D


    Salam,
    rizkyashya.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya tuh, semua di mulai dari hal kecil dulu. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagii hehe

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.